BREAKING NEWS

.

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2014

Cerpen Romantis "Sepenggal Cinta Di Hati Elang"

Sepenggal Cinta Di Hati Elang
Oleh: Mars Hayrusd

Entah berapa lama waktu yang telah dia habiskan untuk menyesali kesendirianya. Dia merasa tak berarti , hidupnya tak jauh beda dengan seonggok daging dan tulang tak bernyawa, terlalu dalam dia terjerumus di liang kesendirian. Elang, ya dia lelaki yang dari waktu ke waktu terjerembab di lobang keterasingan. Elang yang tak lagi perkasa, dia hanya pecundang yang dikalahkan oleh emosi serta mimpi – mimpinya. “ Mas kau lelaki satu – satunya yang ku pilih di kehidupanku, kau lelaki harapanku, merdu suaramu menghapus kesunyianku,” suara yang tak asing bagi Elang dari balik gagang telpon. “Hatiku terjerat, terjerumus, terbius keindahan katamu,” masih dari orang yang sama yang sangat akrab di telinga Elang. “Sudahlah Embun, jangan tertipu dengan suaraku, apa yang kau bayangkan tentang aku tak seindah kenyataan,” balas Elang.

Embun Kejora, satu nama yang telah mengisi hari-harinya. Dia sumber inspirasi, pemberi motivasi dan penyemangat hidup. Dia gadis impiannya, dia cerdas, multi talenta cantik luar dalam, blasteran cina dan jawa. Elang benar - benar jatuh oleh pesonanya, dia sandarkan segala harapan dan cita citanya pada gadis itu.


Sebuah stasiun radio tempat ia bekerja yang mempertemukan keduanya walau hanya sebatas sms dan telphon, tak lebih dari itu. Elang yang selalu bercanda, berceloteh tentang apa saja, bicara tentang cinta misalnya, semua demi menyenangkan pendengarnya walaupun hatinya berlumur duka. Bila dia mengudara banyak wanita yang terhanyut dengan suaranya, dia dikelilingi banyak wanita, tapi semua tak ada yang berarti. Hatinya hanya terpaut pada Embun Kejora, wanita yang ia kenal beberapa bulan yang lalu dari balik gagang telpon, dengan kelembutan kata dan juga keindahan bahasa yang dia terima lewat sms smsnya. Embun yanga selalu setia mendengar di setiap acara yang dia bawa . Gadis itu pandai mempermainkan emosi Elang, hingga dia terhanyut ke puncak hayal setinggi mahameru.

****

Gemuruh di hati Elang masih tetap bergolak tiada henti, liar bagai kuda lepas kendali. Perasaannnya bercampur aduk antara dendam cinta dan benci, menggelinding bagai bola api, menyodok ulu hatinya hingga menambah kepedihan batin yang membuncah. Mengapa semua jadi kacau, setelah kepergiannya, sesal Elang dalam batin. Apa arti hidup kalau tak punya harapan, apa arti cinta kalau dinistakan. Hatinya meratap, ia masih mengharap kehadiran Embun di sampingnya. Walau hatinya telah lelah, sering disakiti oleh gadis yang dulu sangat dicintai, Embun Kejora, ya Embun Kejora gadis blasteran jawa dan cina, yang saat ini entah di mana.

Embun! cerita indah yang telah kita rajut, sekarang telah hilang dari hidupku , tak ada lagi getar hati . Tentang cinta untukmu semua telah sirna dari ingatanku, tak ada lagi yang tersisa, tercerabut sudah dari ruang rindu. Sepenggal cintaku ternyata harus terkubur dalam - dalam, tak mungkin tergali dan bangkit lagi. Semua sudah pupus, musnah, karena mimpi-mimpi dan harapan serta janji yang kau beri untukku telah kau curi kembali. Secepat itukah kau lupakan semua. Sungguh kau tak pandai menyimpan rasa. Haruskah aku mengadu pada gelapnya malam, meratap, merintih dan menyesali nasib? Aku hanya bisa berharap mungkin malam lebih bisa menjawab kegelisahan ini. Dengan penuh ragu , kuberanikan menyapa. ”Hai malam ……. bagaimana kabarmu?” Kau diam, bisu, dingin tak banyak memberi asa, kau kelam sekelam hatiku, mimpimu telah hilang tanpa bintang, tersaput mega gelap sehitam jelaga. Tak ada jawab yang sanggup menghapus kegelisahanku. Ku coba sampaikan pada pagi , ternyata sama , pagi pun tak banyak memberi harapan dan pencerahan. Pagi, kau tak indah lagi, kau telah hilang melayang tersapu angin, berbalut kabut, pekat sepekat hatiku yang kian memendam rindu.

Harus dialamatkan ke mana selembar kertas surat yang pernah ditulis Elang, apa sekedar coretan tanpa makna, atau hanya sebagai ungkapan kemurungan dan kegelisahan yang menusuk nusuk hatinya, atau surat itu hanya ditujukan pada angin pembawa berita. Mungkinkah surat yang pernah ia tulis itu untuk Embun yang tak karuan rimbanya.

Selama ini tak ada komunikasi sekalipun, baik melalui telphon , surat atau hanya sms saja? Semua tak pernah ia lakukan. Jalinan hubungan tak pernah ada, tertutup sudah akses menuju orang yang selama ini ia harapkan.

***

   “Sungguh, satu hal yang sangat lucu.” “Apa maksudmu Rud?”tanya Elang pada Rudi sahabatnya. “Ya, seorang penyiar yang banyak digandrungi cewek ternyata harus takluk, lumpuh dan merana karena cintanya pada istri orang.” Rudi menjawab dan menertawakannya. ”Aku makin tak mengerti apa yang kamu katakan.” balas Elang. “Hai bung apa kamu tak tahu cewek yang kamu gilai itu sudah punya suami bahkan sudah punya anak lagi.” jawab Rudi meyakinkan. “Kamu punya data dan bukti sehingga apa yang kamu ucapkan bisa kupercaya?” “Ya aku punya bukti, kalau apa yang aku katakan itu benar.” “Kamu kenal nomer ini?” Rudi menunjukkan handphonenya. Elang sangat kaget melihat nomer yang ada di hp sahabatnya, nomer yang pernah mengirim satu pesan berisi ancaman untuk dirinya. ”Aku serigala yang siap menerkam siapa saja yang ingin mengganggu rumah tanggaku, seandainya anda bukan sahabat Rudi pasti sudah kucabik cabik dan kulumat habis dengan taring dan kuku tajamku.” Siapa gerangan pengacau ini? pikir Elang saat itu. Orang yang akan merenggangkan hubungannya dengan Embun. Sms yang membuat Elang penasaran dan marah, sms yang sangat diingat kalimat- kalimatnya yang pernah ia terima beberapa bulan yang lalu.

   “Elang aku pernah ketemu suaminya.” lanjut Rudi. “Ketemu di mana, kenal kamu dengannya?” tanya Elang setengah ragu. ”Di suatau tempat di sebuah acara pertemuan, aku kenal baik suaminya, dia tahu kamu sahabatku, dia mohon padaku agar menasehatimu untuk menghentikan hubungan gilamu dengan istrinya, dia tak ingin rumah tangganya hancur gara-gara kamu, dan perlu kamu tahu Elang, suaminya pernah menemukan sms-sms mu di hp istrinya dan semua smsmu telah dia baca.” Rudi menjelaskan. Elang kaget dan terperangah tak bisa bicara sepatahpun, lidahnya kelu, pikirannya hanya bisa mengingat sms beberapa bulan yang lalu dari seseorang yang mengaku suami Embun. Ternyata orang yang pernah sms dan mengaku suaminya itu memang benar. Elang masih ingat betul isi sms yang dia terima. Tapi mengapa Embun mengaku cewek yang masih berumur 23 tahun yang melarikan diri dari rumah karena akan dikawinkankan paksa orang tuanya. Seorang dokter kaya yang terpaut jauh usianya akan dijodohkan dengannya.

Dia pernah bilang “Hanya orang gila yang mengaku-ngaku jadi suamiku, percayalah aku masih gadis mas.” Apa benar dia hanya wanita penggoda, penipu yang selalu mengerjai mangsa mangsanya, atau dia wanita kesepian yang ingin cari hiburan untuk membunuh rasa sepi yang mendera dirinya. Elang tak bisa memberi kesimpulan. Ternyata dia harus mengubur dalam-dalam cinta yang telah membelenggu dirinya, dia harus bangkit, tegar menghadapi kenyataan, dia tak mau jadi pecundang. Biarlah Embun jadi misteri bagi dirinya.


===================================================================
Mars Hayrusd : Pecinta Sastra
Seorang penyiar Radio Swasta di Banyuwangi
Cerpen ini pernah dimuat di Radar Banyuwangi Edisi 2 Januari 2011
Facebook:omar_effendy@yahoo.co.id
No Hp : 085 859642741
Alamat : Jajag - Banyuwangi
===================================================================

Cerpen "Cinta yang Terpendam"

Cinta yang Terpendam
oleh: IsloveFha
Suatu pagi yang cerah, terlihat sosok gadis yang masih terbaring di tempat tidurnya. Gadis itu bernama Ifa, dia termasuk anak yang agak susah bangun pagi. Terdengar suara ibunya membangunkan Ifa, “fa,,fa,,bangun cepat,,,sudah jam 6 lho, kamu berangkat sekolah apa gak kok gak bangun bangun?”. Ifa malah dengan asyiknya menutupi tubuhnya dengan selimut yang hangat, dan ibunya pun langsung menarik selimutnya. Dan akhirnya Ifa pun terpaksa bangun, setelah dia melihat jam di sampingnya, Ifa pun langsung bergegas mandi dan siap-siap berangkat sekolah. 

***

Di sepanjang jalan, Ifa mengendarai motor dengan ngebut karena sudah hampir jam 7. Dan akhirnya, dia tidak sengaja hampir menabrak pengendara lain. Yang ditabrak itu ternyata siswa cowok dari SMK GARUDA yang merupakan musuh dari sekolahnya Ifa (SMK BINTANG) khususnya di ekskul Pramuka. Dan diapun marah dan mereka berhenti sejenak di pinggir jalan. “woy, kalau naek motor tu ati-ati donk,,kalau gue kenapa-kenapa mau tanggung jawab pa? dasar anak SMK BINTANG”, ucap cowok yang ditabrak Ifa. “iya maaf, tadi gue buru-buru. Sudah dulu yach,,gue mau berangkat, ngapain gue buang-buang waktu disini terlalu lama? Gak penting! Bye..” ucap Ifa dengan santai. Dan Ifa langsung berangkat ke sekolah, sementara itu cowok, dah ngomel-ngomel sendiri gak jelas, (kayak orgil ja),,he,.he

***

Sesampai di sekolah, Ifa langsung dihukum guru. “nasib gue apes banget ya hari ni?”, gerutu Ifa dalam hati. Setelah dia sampai kelas, pelajaran dimulai seperti biasanya. Dan bel pulang pun berbunyi, dalam sekejap cepat banget ruangan kelas Ifa sepi.

*** 

‘‘Busyet dach,,anak-anak sini, kalau udah bel pulang aja cepet banget ngilang. Dah gitu pada dijemput cowoknya lagi. Mending kalau cowok mereka tu gak dari SMK GARUDA, nyebeling banget dech,,,uch…”, ucap Ifa. Dan dari kejauhan datang Ida (sahabat Ifa), “ngapain sih fa kamu masih benci terus sama anak SMK GARUDA? Gitu-gitu juga mantanmu anak sekolah situ kan?”, tanya Ida. “udah dech Da, gak usah bahas itu lagi, aku tu dah males ngomongin anak SMK GARUDA. Mending kita buruan siap-siap berangkat ke Polres latihan Saka Bhayangkara.”, jawab Ifa. “iya-iya, rajin amat sih kalau mau ke Polres? Mentang-mentang ada ‘bang romi’ (senior Saka bhayangkara polres) ?”, ejek Ida. “yee, sory ya, aku itu rajin ke polres bukan gara-gara tu anak tau. Aku cuma suka ja ma kegiatan disana. Apalagi tu anak tu siswa SMK GARUDA, jadi ya anti gue ma dia.”, tegas Ifa. “iya-iya percaya ach. Ya udah ayo berangkat, aku nebeng ya? He,he..”, jawab Ida sambil minta tebengan. “dasar maunya gratisan..ya udah ayo kita bareng-bareng sama yang lain”, jawab Ifa. Dan mereka berangkat dengan Eka, Yuli dkk Sabhara lain.

***

Tiba di polres, mereka disambut dengan hukuman lari oleh kak Charly (instruktur Sabhara yang terkenal galak, cuek dan angkuh). 
“uh, sebel banget deh baru dateng langsung disuruh lari”, gerutu Eka. “ya iyalah, kita saja datengnya telat 1jam.”, sahut yuli. Dan latihan berjalan lancar seperti biasa. Saat waktu pulang tiba, Ifa selaku ketua dari ekskul Pramuka di SMK BINTANG dipanggil menuju Ruang Pembina. Ternyata di dalam ada Kak Charly, ‘Bang Romi’, dan kakak- kakak senior lainnya. Ifa pun salting saat masuk ke Ruangan itu dan dia minta Eka (wakilnya Ifa) untuk menemaninya. “da pa pak?”, tanya Ifa pada Pak Aji (Pembina). “begini, tolong kamu urus segera administrasi anak-anak SMK BINTANG yang belum kelar.”, jawab Pak Aji. “lho pak, kayak’e sudah beres semua kok pak, iya kan ka?”, jawab Ifa. “alah paling Cuma pura-pura udah? He,he”, ejek kak Idan (sahabat ‘Bang Romi’). “huss..jangan gitu kamu Dan, kali ja pak Aji salah mungkin pak. Mungkin sekolahnya emang udah beres semua administrasinya.”, bela ‘Bang Romi’ pada Ifa. “wach,,kalau Ifa kok dibelain terus? Da pa tuch?”, ucap kak Idan yang bikin jantung Ifa dan Romi deg-degan gak karuan. Sebenarnya Ifa sudah lama suka dengan Romi, tapi karena dia sudah sangat anti dengan SMK GARUDA, jadi dia malu untuk mengakuinya. Padahal mereka kenal sudah lama dan sudah sering sms-an dan fb-an. Begitu juga dengan Romi, dia juga sudah suka dengan Ifa, tapi dia merupakan cowok yang belum pernah pacaran. Jadi dia gak berani ngungkapin perasaannya itu. Dan akhirnya urusan Ifa dengan Pak Aji kelar. Lalu dia dan teman-temannya pulang.

***

Suatu ketika, Ifa ditembak Riza (senior Sabhara yang merupakan teman dari Romi). Ifa pun menolaknya, “kenapa sih yang nembak aku malah bukan dia(romi)? Padahal aku tu dah ngarep banget dia nembak aku. Apa dia gak suka sama aku ya?”, Tanya Ifa dalam hati. Dihari yang sama, Romi juga ditembak Yuli(teman Ifa), Romi juga menolaknya, “kok gak Ifa yang nembak aku? Apa dia gak suka sama aku ya?”, Tanya Romi dalam hati. Eka sebagai teman dari Ifa yang juga cukup akrab dengan Romi sebenarnya ingin mengatakan pada keduanya kalau mereka itu saling suka, tapi selalu saja ada yang menghalang-halangi. Dan akhirnya, sampai Romi lulus dari SMK GARUDA, Eka belum juga memberi tahu pada mereka.

***

Suatu hari, terdengar kabar bahwa Romi akan kuliah di luar kota. Romi tidak pernah menceritakan hal itu dari Ifa karena dia merasa itu tidak penting bagi Ifa. Padahal itu sangat penting bagi Ifa yang sangat mencintainya. Sampai akhirnya Romi telah pergi ke luar kota dan Ifa baru tahu kepergiannya itu dari Yuli yang selama ini suka sama Romi dan Ifa mengira Yuli itu pacarnya Romi. Makanya Ifa tidak pernah berani menghubungi Romi dan hingga akhirnya Ifa gak tahu kepergian Romi. Padahal Yuli itu tidak pacarnya Romi, dan Ifa baru tahu hal itu. Ifa sangat menyesal setelah dikabari Eka bahwa Romi sebenarnya juga suka dengan Ifa. Ifa menyesal kenapa dulu dia tidak mengungkapkannya saja. 

***

Waktu terus berjalan, Ifa masih tetap menanti Romi. Dia berusaha untuk bisa menghubunginya, tapi semua sia-sia. Romi juga selalu berusaha menghubungi Ifa, tapi usahanya juga sia-sia. Mereka lost contact bertahun-tahun. Mereka menyesal telah memendam cinta mereka di masa lalu. Dan cinta mereka pun berakhir sebagai ‘cinta yang terpendam’.


Oleh : Islovefha
24 January 2011
c.iefha@yahoo.com
 
Copyright © 2016 Last Clue. Designed by OddThemes | REDISGN By LAST CLUE